Kekecewaan Peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2018

Harry Kane, pemain yang berhasil menjadi top skor Piala Dunia 2018, namun pemain Tottenham Hotspur ini mengaku ia kecewa karena tak dapat mencetak gol lebih banyak lagi untuk membantu Inggris lolos ke babak final dan menjadi juara dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino usai program latihan pertama tim Liga Inggris menjelang musim baru Liga Inggris.

Pemain posisi penyerang Tottenham Hotspur ini menjadi pemain kunci iThe Three Lions ketika mereka berhasil mencapai babak semifinal di Rusia bulan lalu. Sayang, mereka harus kalah dari Luka Modric dan rekan – rekannya dengan skor akhir 1-2 dan juga takluk di tangan Belgia dalam perebutan juara ketiga.

Padahal, The Three Lions sudah digadang – gadang akan menjadi juara dunia usai mereka berhasil lolos melalui drama asu penalti dengan Kolombia dan Kane sendiri sudah menyumbangkan 6 gol sehingga ia berhak menyabet Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak.

Namun, torehan – torehan gol tersebut banyak mendapat cibiran karena 3 dari 6 golnya selama Piala Dunia 2018 tercipta ketika menghadapi tim lemah, Panama.

Mauricio Pochettino sendiri mengakui bahwa Harry Kane memang kecewa dengan kontribusinya di Rusia pada bulan lalu.

“Dia sangat kecewa dengan Piala Dunia,” ucap manajer asal Argentina ini.

“Dia telah kembali ke London [dari liburan panjang] pada hari Minggu, dan pada Selasa ia sudah kembali ke tempat latihan [Tottenham], menghabiskan lima jam bersama saya dan Jesus [Perez, asisten pelatih].”

“Saya mengucapkan selamat kepadanya dan dia berkata ‘Tidak pelatih. Saya sangat kecewa. Saya seharusnya bisa mencetak gol lebih banyak lagi’. Saya jawab ‘Tapi Anda memenangi Bola Emas’. Ia berkata ‘Ya, tapi pelatih, saya kecewa’.”

“Menduduki peringkat keempat dan masuk ke babak semi-final tidak lah cukup [bagi Kane]. Saya sangat menyukai energi dan semangat ini bahwa tidak cukup untuk menghuni peringkat keempat di Piala Dunia. Tidak cukup juga dengan menjadi finalis, berada di peringkat ketiga atau bermain di Liga Champions.”

“Saya suka ketika seorang pemain merasakan semangat itu dan ingin menghabiskan waktu bersama kami seusai Piala Dunia. Semua orang memuji Harry Kane dan dia bintang besar, tapi pada Selasa dia berbagi cerita bersama kami. Itu sangat [karakter] Harry sekali.”