Indonesia harus waspada dengan kekuatan Tim Palestina

Indonesia harus waspada dengan kekuatan Tim Palestina

Timnas U-23 akan menghadapi lawan berat ketika berhadapan dengan Timnas U-23 Palestina dalam laga grup A asian Games distadion Candrabhaga (15/82018). Secara permainan Timnas U-23 Palestina tidak begitu istimewa, namun ada beberapa hal yang harus tetap diwaspadai dari Timnas Palestina.

Berikut 4 kekuatan tim dari Timur Tengah itu yang harus diwaspadai Garuda Muda.

1. Mentalitas Tangguh

Mentalitas para pemain yang cukup tangguh di lapangan diprediksi bisa menyulitkan para pemain Garuda Muda.

Terbukti saat Palestina menaklukkan Laos, mereka mampu bangkit dari ketinggalan. Albahdari Abdallatif dan kawan-kawan sempat kebobolan lebih dulu dari wakil Asia Tenggara itu pada menit ke-14 berkat gol Khochalern Phouthasay.

Penjaga gawang Palestina Hamada Rami tak berdaya menepis tendangan keras Phouthasay dari luar kotak penalti yang meluncur kencang di gawang sebelah kanan atas.

Palestina baru bisa menyamakan skor pada menit ke-83 berkat gol Qumbor Shehab. Singa Kanaan bahkan mampu membalikkan keunggulan menjadi 2-1 untuk mereka berkat gol Albahdari.

Gol itu tercipta secara dramatis karena diciptakan saat laga sudah memasuki lima menit tambahan waktu babak kedua. Kekalahan itu pun terasa menyakitkan bagi Laos.

2. Umpan-umpan Lambung

Para pemain Palestina yang memiliki postur tubuh lebih tinggi dari Garuda Muda, kemungkinan bakal memanfaatkan umpan-umpan lambung ke pertahanan tuan rumah.

Cara itu terbukti cukup efektif ketika mereka mengalahkan Laos 2-1 setelah sempat tertinggal 0-1. Terbukti dua gol Palestina ke gawang Laos berasal gol sundulan memanfaatkan umpan lambung.

Shehab mencetak gol pada menit ke-83 melalui tandukannya menyambut umpan Yousef Mahmoud. Begitu pula Albahdari, mampu mencetak gol dengan meneruskan umpan lambung dari tengah lapangan dengan sundulannya pada pengujung babak kedua.

Palestina banyak menampilkan permainan umpan-umpan lambung yang langsung mengarah ke pertahanan Laos saat itu. Situasi tersebut pun membuat tim lawan kerepotan.

Umpan-umpan silang yang mereka lancarkan pun mampu membuat pertahanan Laos ketar-ketir. Seperti diketahui, Garuda Muda cukup lemah dalam mengantisipasi umpan-umpan silang dan lambung.

3. Tendangan Bola Mati

Salah satu ancaman yang mampu membahayakan Garuda Muda adalah skema tendangan bola mati para pemain Palestina.

Dari tendangan bebas, tercatat ada dua peluang emas yang diciptakan Palestina ke gawang Laos dari skenario tersebut. Adalah Abuwarda Mahmoud yang merupakan spesialis mengeksekusi tendangan bebas Palestina.

Palestina nyaris mencetak gol melalui tendangan bebas Mahmoud. Pertama ada pada menit kedua, tendangan bebasnya mengarah ke Albahdari, namun gagal ditanduk sang kapten.

Berikutnya pada menit ke-11, tendangan bebas Mahmoud di depan kotak penalti melenceng tipis ke sisi kanan gawang Laos. Skenario sepak pojok Palestina juga mampu menghadirkan ancaman serius bagi Palestina.

Selain spesialis eksekutor tendangan bebas, Palestina memiliki para penendang akurat seperti gelandang Mohamed Rashid. Satu tendangannya membentur tendangan Laos.

4. Stamina Prima

Terakhir tentu saja stamina para pemain Palestina yang sangat prima di lapangan, bakal menjadi moda mereka untuk menghadapi Indonesia.

Dua gol yang mereka ciptakan pada 10 menit terakhir merupakan cermin bagi permainan konsisten mereka dalam hal fisik.