Harapan Tinggi Paul Scholes Pada Paul Pogba

Paul Scholes sang legenda Manchester United berharap Paul Pogba dapat lebih banyak menggunakan otaknya untuk dapat menunjukkan penampilannya seperti ketika memperkuat Juventus dahulu.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang dan berumur 25 tahun tersebut menjadi salah satu bagian dari skuad tim nasional Prancis yang berhasil menjadi juara Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan tim nasional Kroasia di babak final.

Sebelumnya, pada tahun 2013 hingga 2016 di Bianconeri, ia selalu membantu Juventus merebut Scudetto hingga ia dibawa pulang ke Old Traafford dengan harga yang fantastis.

Sayangnya usai dibawa pulang kembali ke Old trafford ia gagal menjadi pemain reguler untuk skuad utama Manchester United serta terlibat perselisihan dengan Jose Mourinho. San kini, legenda klub MU, Paul Scholes menaruh banyak harapan pada juniornya tersebut.

“Menurut saya Paul harus menemukan konsistensi. Jika Anda melihat permainannya, dia bisa bermain apik satu pekan dan di pekan berikutnya tidak begitu baik,” ucap Scoles pada beIN Sports.

“Dia seakan jadi pemain yang tampil prima sekali dari tiga atau empat pertandingan. Jika Anda ingin memenangi liga, itu tidak cukup. Dia harus menjadi pemain seperti di Juventus dahulu.”

“Tidak diragukan lagi anak itu punya kualitas. Dia telah menunjukkannya di Piala Dunia bahwa ia bisa tampil apik.”

“Pogba anak yang kuat, bisa berlari, mempunyai teknik yang hebat serta kemampuan yang luar biasa. Namun ia harus sedikit mempergunakan otaknya untuk menjadi pesepak bola top.”

Paul Scholes menduga kurang konsistennya permainan Paul Pogba disebabkan kebijakan rotasi yang diterapkan Jose Mourinho.

“Pogba menjadi bagian sebuah struktur di Juventus. Setiap pekan dia tahu posisi apa yang akan dia mainkan dan dengan siapa bermain,” tambah Scholes.

“Saya rasa itu tidak membantunya di United sebab saya akan kaget jika tim dan formasi yang sama diturunkan dua kali. [Dia] seakan tidak ada arah tujuan. Itu mungkin jadi kendala baginya.”