Alasan Klub Lechia Gdansk Tak Kunjung Memainkan Egy Maulana

Klub Lechia Gdansk akhirnya angkat bicara tentang alasan mereka masih takut untuk terburu – buru menrunkan Egy Maulana Vikri. Sang bintang dari Indoneisa tersebut memang belum diberi kesempatan lebih untuk unjuk gigi di klub ternama tersebut.

Lechia Gdansk sendiri sudah menjalani dua pertandingan di Liga Polandia. Mereka berhasil menang atas Jagellonia Bialystok dan juga mendapat hasil imbang ketika menghadapi Slask Wroclaw. Dalam dua laga tersebut, Egy Maulana Vikri yang kini masih berumur 18 tahun tersebut belum diberi kepercayaan untuk turun dan bahakan sama sekali tak masuk kekdalam daftar pemain cadangan.

Saat klub menjalani persiapan menghadapi dua pertandingan tersebut, Egy pulang ke Indonesia untuk membela tim nasional Indonesia U-19 di Piala AFF 2018. Egy mendapat kesempatan bermain sebanyak dua kali ketika melawan Malaysia dan Thailand.

Piotr Stokowiec sang pelatih Lechia Gdansk menegaskan bahwa ia tak ingin tergesa – gesaa untuk menurunkan Egy. Ia ingin Egy dimainkan ke tim kedua terlebih dahulu agar dapat membiasakan diri dengan atmosfer yang ada dalam pertandingan sepakbola level senior.

Sebelum memperkuat Lechia Gdansk, Egy memang belum pernah ekalipun mencicipi bermain di kompetisi klub senior. Stokowiec sendiri merasa wajar – wajar saja jika ia memberikan waktu lebih bagi Egy untuk menyesuaikan diri akan hal tersebut.

“Kami masih tetap tenang mengenai hal itu ya. Saat kami meninggalkan beban, Egy Maulana lantas terbang ke Indonesia untuk dua pertandingan. Dia tidak ikut dalam proses latihan, dia menjalani pemulihan,” jelas Stokowiec di media Polandia, Dziennikbaltyck.

“Dia itu merupakan pemain muda yang harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Ingat ya, dia juga masih belum pernah bermain di level senior. Kami ingin mulai memainkannya di tim kedua. Saya tidak akan memberikan jangka waktu yang spesifik untuk berapa lama harus menunggu.”

“Egy juga masih terus tumbuhlah, ia bisa terus mengenal budaya, adaptasi iklim, adaptasi kebiasaan, adaptasi makanan juga. Dia pulang sebentar, bertemu dengan orang terdekatnya, dan kembali dengan lebih sedikit tersenyum bersama kami.”

“Itu wajar saja karena dia juga masih berusia muda. Semua yang ada di kakinya, dan kami mencoba untuk terus mengembangkannya serta memanfaatkan potensinya yang ada,” pungkasnya dengan hati-hati karena laman resmi klub karen sempat heboh dibullly oleh netizen Tanah Air yang mulai mempertanyakan keseriusan klub miliki sang pemain.